Feeds:
Tulisan
Komentar

ASI adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa, dan garam-garam organik yang diskresi oleh kedua kelenjar payudara ibu sebagai makanan utama bagi bayi (Soetjiningsih, 1997). ASI adalah makanan yang sempurna untuk bayi manusia, lebih mudah bagi bayi untuk mencernanya dan ASI tidak mudah menyebabkan sembelit. ASI adalah makanan yang terbaik untuk bayi tumbuh dengan sehat dan kuat

  1. 1. ASI Berdasarkan Stadium Laktasi

ASI berdasarkan stadium laktasi menurut Soetjiningsih (1997) adalah sebagai berikut :

  1. a. Kolostrum
    1. Merupakan cairan viscous kental dengan warna kekuning-kuningan yang pertama kali disekresi oleh kelenjar payudara, mengandung tissue debris dan residual material yang terdapat dalam alveoli dan duktus dari kelenjar payudara sebelum dan setelah masa puerperium.
    2. Diskresi oleh kelenjar payudara dari hari pertama sampai ketiga atau keempat
    3. Merupakan pencahar yang ideal untuk memberikan mekonium dari susu bayi yang baru lahir dan mempersiapkan saluran pencernaan makanan bayi bagi makanan yang akan datang.
    4. Lebih banyak mengandung protein di bandingkan dengan ASI yang matur, tetapi berlainan dengan ASI yang masuk pada kolostrum yang utama adalah globulin (Gammaglobulin).
    5. Lebih banyak mengandung antibodi dibandingkan dengan ASI yang matur, dapat memberikan perlindungan bagi bayi sampai umur 6 bulan.
    6. Total energi lebih rendah jika dibandingkan dengan susu matur, hanya 58 kal/100 ml kolostrom, volumenya berkisar 150-300 ml/24 jam.
    7. Kadar karbohidrat dan lemak rendah jika dibandingkan dengan ASI yang matur akan tetapi mineral terutama natrium, kalium dan klorida lebih tinggi jika dibandingkan dengan susu matur.
    8. Terdapat tripsin inhibitor, sehingga hidrolisis protein di dalam usus bayi menjadi kurang sempurna. Hal ini akan lebih banyak menambah kadar anti bodi pada bayi
  1. b. Air Susu Masa Peralihan
    1. Merupakan ASI peralihan dari kolostrum sampai menjadi ASI yang matur.
    2. Disekresi dari hari ke -4 sampai hari ke -10 dari masa laktasi, tetapi ada pula pendapat yang mengatakan bahwa ASI matur baru terjadi pada minggu ketiga sampai minggu ke -5.
    3. Kadar protein makin merendah sedangkan kadar karbohidrat dan lemak makin tinggi.
    4. Juga volume akan makin meningkat.
    5. Komposisi ASI menurut Kleiner I.S dalam Soetjiningsih (1997).

Tabel 2.3 Komposisi ASI menurut Soetjiningsih (1997)

Waktu Protein Karbohidrat Lemak
Hari ke-5 2,00 6,42 3,2
Hari ke -9 1,73 6,73 3,7
Minggu ke -34 1,30 7,11 4,0

Kadar di atas dalam satuan gram/ 100 ml ASI

  1. c. Air Susu Matur
    1. Merupakan ASI yang disekresi pada Hari ke -10 dan seterusnya, komposisi relatif konstan ada pula yang menyatakan bahwa komposisi ASI relatif konstan baru mulai minggu ke-3 sampai minggu ke-5.
    2. Pada Ibu yang sehat dimana produksi ASI cukup untuk bayi sampai umur 6 bulan.
    3. Merupakan suatu cairan berwarna putih ke kuningan yang dilakukan warna garam CA-Casienat, Riboflavin dan karoten yang terdapat di dalamnya.
    4. Tidak menggumpal jika dipanaskan
    5. Terdapat antimikrobial faktor antara lain :

-         Anti bodi terhadap bakteri dan virus

-         Sel (Fagosit granulosit dan makrofag dan limfosit tipe T)

-         Enzim (lisozim, laktoperoksidase, lipase, katalase, Fosfatase, amilase, fosfodies terase, alkalin fosfatase).

-         Protein (lektoferin, B12 Binding Protein)

-         Resistance Faktor terhadap stafilokokus

-         Komplemen

  1. 2. Komposisi ASI

Komposisi dalam ASI menurut Oetami Roesli (2000) adalah sebagai berikut:

  1. ASI mudah dicerna karena selain mengandung zat gizi yang sesuai, juga mengandung enzim-enzim untuk mencernakan zat-zat gizi yang terdapat dalam ASI tersebut.
  2. ASI mengandung zat-zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan bayi / anak.
  3. Selain mengandung protein yang tinggi, ASI memiliki perbandingan antara whei dan casein yang sesuai untuk bayi.
  4. Dalam ASI terdapat kandungan taurin, DHA dan AA :

1)      Taurin adalah sejenis asam amino kedua terbanyak dalam ASI yang berfungsi sebagai neuro-transmitter dan berperan penting untuk proses maturasi sel otak.

2)      Decosahexanoic Acid (DHA) dan Arachnoid Acid (AA) adalah asam lemak tak jenuh rantai panjang yang diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak yang optimal. Jumlah DHA dan AA dalam ASI sangat mencukupi untuk menjamin pertumbuhan dan kecerdasan anak.

  1. ASI mengandung zat anti infeksi, bersih dan bebas kontaminasi.
  2. Immunoglobulin A (Ig A) dalam kolostrum atau ASI kadarnya cukup tinggi. Sekretory Ig A tidak terserap tetapi dapat melumpuhkan bakteri pathogen E. Coli dan berbagai virus pada saluran pencernaan.
  3. Laktoferin dalam ASI merupakan sejenis protein berupa zat kekebalan yang mengikat zat besi di saluran pencernaan.
  4. Lysosim, enzim yang melindungi bayi dari bakteri (E. Coli dan Salmonella) dan virus. Jumlah Lysosim 300 x lebih banyak dari pada susu sapi.
  5. Sel darah putih pada ASI pada 2 minggu pertama lebih dari 4000 sel/mil yang  berfungsi sebagai antibodi pernapasan dan antibodi jaringan payudara ibu.
  6. Faktor bifidus, sejenis karbohidrat yang mengandung nitrogen, menunjang pertumbuhan bakteri lactobacillus bifidus. Bakteri ini berguna untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang merugikan.
  7. Karbohidrat yang utama terdapat dalam ASI adalah laktosa. Dimana laktosa ini akan diubah menjadi asam laktat yang memberikan suasana asam di dalam usus bayi yang bermanfaat untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang patologis.
  8. Kadar lemak dalam ASI merupakan sumber kalori yang utama bagi bayi dan sumber vitamin yang larut dalam lemak (A, D, E dan K).
  9. ASI mengandung mineral yang lengkap. Walaupun kadarnya relatif rendah tetapi cukup untuk bayi sampai umur 6 bulan.
  10. ASI merupakan sumber air yang secara metabolik adalah aman. Air yang relatif tinggi dalam ASI ini akan meredakan rangsangan haus dari bayi.
  1. 3. Manfaat Pemberian ASI

Banyak manfaat pemberian ASI khususnya ASI eksklusif yang dapat dirasakan, baik manfaat yang diperoleh bayi, ibu maupun negara. Menurut Oetami Roesli (2000) manfaat tersebut antara lain sebagai berikut :

a.    Manfaat Untuk Bayi

  1. ASI sebagai nutrisi. ASI merupakan sumber gizi yang sangat ideal dengan komposisi yang seimbang dan disesuaikan dengan kebutuhan pertumbuhan bayi.
  2. ASI meningkatkan daya tahan tubuh. Zat kekebalan yang terdapat pada ASI akan melindungi bayi dari penyakit diare. ASI juga akan menurunkan kemungkinan bayi terkena penyakit infeksi, batuk, pilek dan alergi.
  3. ASI eksklusif meningkatkan kecerdasan. Dengan memberikan ASI secara eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan akan menjamin tercapainya pengembangan potensi kecerdasan anak secara optimal.
  4. Menyusui meningkatkan jalinan kasih sayang. Bayi yang sering berada dalam dekapan ibu karena menyusu akan merasakan kasih sayang ibunya. Ia juga akan merasakan aman dan tentram karena masih dapat mendengar detak jantung ibunya yang telah ia kenal sejak dalam kandungan

b.    Manfaat Untuk Ibu

1.    Mengurangi perdarahan

2.    Mengurangi terjadinya anemia

3.    Menjarangkan kehamilan

4.    Mengecilkan rahim

5.    Lebih cepat langsing kembali

6.    Mengurangi kemungkinan menderita kanker

7.    Lebih ekonomis/murah

8.    Tidak merepotkan dan hemat waktu

9.    Mudah dibawa kemana-mana dan praktis

10.  Memberi kepuasan bagi ibu

c.    Manfaat Pemberian ASI untuk Negara

  1. Penghematan devisa untuk pembelian susu formula, perlengkapan menyusui serta biaya menyiapkan susu.
  2. Penghematan untuk biaya sakit terutama sakit muntah-mencret dan sakit saluran napas
  3. Penghematan obat-obatan, tenaga dan sarana kesehatan.
  4. Menciptakan generasi penerus bangsa yang tangguh dan berkualitas untuk membangun negara.

Tabel 2.4 Kenaikan berat badan bayi sesuai umur (Soetjiningsih, 1997).

Umur

Kenaikan Berat Badan Rata-rata

1-3 Bulan

700 gr/bln

4-6 Bulan

600 gr/bln

7-9 Bulan

400 gr/bln

10-12 Bulan

300 gr/bln

Pada umur 5 bulan tercapai 2x berat badan waktu lahir

Pada umur 1 tahun tercapai 3x berat badan waktu lahir

  1. 4. Manfaat ASI Eksklusif

ASI Eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja selama 6 bulan, tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, dan air putih, serta tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, bubur susu, biskuit, bubur nasi, dan nasi tim. Setelah 6 bulan baru mulai diberikan makanan pendamping ASI (MPASI). ASI dapat diberikan sampai anak berusia 2 tahun atau lebih.

ASI diberikan kepada bayi karena banyak manfaat dan kelebihannya, antara lain: menurunkan risiko terjadinya penyakit infeksi, misalnya infeksi pada saluran pencernaan (diare), infeksi pada saluran pernafasan, dan infeksi pada telinga; menurunkan dan mencegah terjadinya penyakit non infeksi, misalnya penyakit alergi, obesitas, kurang gizi, asma, dan eksim. Selain itu dapat meningkatkan IQ dan EQ anak.

Beberapa manfaat pemberian ASI Eksklusif seperti yang termuat dalam situs Medicastore adalah :

  1. Mengandung semua yang dibutuhkan bagi pertumbuhan balita yang sehat
  2. Tidak hanya mengandung zat gizi dan non zat gizi yang penting, tetapi juga mengandung enzim penyerapnya sehingga ASI dengan mudah diserap seluruhnya oleh bayi. Hal inilah yang membuat bayi ASI Ekslusif mudah lapar  dan sering menyusu
  3. Memberikan kekebalan dan melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi terutama diare
  4. Bayi ASI lebih siaga, percaya diri dan stabil dibandingkan bayi tanpa ASI
  5. Dengan menyusui terjalinnya ikatan kasih sayang yang kuat antara bayi dan ibu, dan membuat keduannya merasa aman dan bahagia
  6. Hemat, praktis dan ramah lingkungan, karena mengurangi sampah dari kaleng atau dus
  7. Mengurangi kemungkinan terkena kanker
  8. Membantu Ibu untuk pemulihkan uterus, pendarahan dan efek kontraseptis.
  1. 5. Kendala Pemberian ASI Eksklusif

Kendala-kendala pemberian ASI Eksklusif antara lain :

  1. Kurang dimengertinya konsep dan pentingnya ASI Ekslusif baik bagi para ibu maupun tenaga kesehatan
  2. Adanya pendapat bahwa dengan pemberian ASI, bentuk payudara akan berubah
  3. Kurangnya waktu bagi wanita pekerja untuk memberikan ASI secara langsung
  4. Tidak adanya sarana dan prasarana penunjang untuk memerah ASI dan tempat penyimpanan ASI di perusahaan tempat ibu bekerja
  5. Adanya pelanggaran cara–cara promosi tertentu yang dapat menyesatkan para ibu untuk mempercayai bahwa susu formula dan makanan pendamping tersebut sama baiknya dengan ASI.
  1. 6. Penyapihan

Penyapihan adalah suatu perubahan progresif pemberian makanan pada bayi dari yang semula mendapat ASI sebagai satu-satunya sumber makanan menuju kepada suatu jenis makanan sehari-hari keluarga. Menyapih artinya menghentikan pemberian ASI pada bayi, masa ini merupakan masa yang paling kritis dalam kehidupan bayi.

Lebih lanjut menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia dan World Health Organization atau WHO(2001), penyapihan adalah dimulainya pemberian makanan tambahan disamping ASI pada kelompok umur 4 sampai 6 bulan, dimana bayi mulai dikenalkan sedikit demi sedikit dengan berbagai jenis makanan padat yang mulai dilumatkan.

Menurut Departemen Kesehatan RI dalam buku Asuhan Kesehatan Anak dalam Konteks Keluarga, terdapat 3 faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menyapih bayi, yaitu :

  1. Bayi berhenti menyusu berarti terputus hubungan tali kasih sayang antara ibu dan bayinya, keadaan ini sering membawa akibat buruk terhadap bayi apalagi jika dilakukan penyapihan secara mendadak.
  2. Selama bayi minum ASI sedikit kemungkinan untuk mendapat infeksi saluran cerna, dengan penyapihan kemungkinan infeksi terutama pada saluran cerna meningkat karena kontaminasi pada makanan bayi baik pada waktu membuatnya, menyimpan atau memberinya.
  3. Dari beberapa penelitian banyak sekali para ibu yang menyapih anaknya terlalu cepat yaitu pada usia kurang dari 1 tahun terutama pada ibu-ibu yang bekerja, sedangkan penyapihan terlalu awal dapat mempengaruhi pertumbuhan bayi.

Bayi akan kehilangan makanan terbaiknya, yakni ASI yang tidak dapat disamai oleh PASI ( pengganti ASI), meningkatkan resiko gejala pernapasan pada bayi, dan meningkatkan resiko obesitas atau kegemukan pada bayi.

  1. 7. Makanan Tambahan

Cara pemberian makanan pendamping ASI pada bayi yaitu berikan secara hati-hati sedikit demi sedikit dari bentuk encer kemudian lebih kental secara berangsur-angsur, makanan diperkenalkan satu persatu sampai bayi benar-benar dapat menerimanya, makanan yang dapat menimbulkan alergi diberikan paling terakhir dan harus dicoba sedikit demi sedikit misalnya telur, cara pemberiannya yaitu kuningnya terlebih dahulu berikut boleh diberikan pada waktu lapar.

Jenis makanan pendamping ASI yang dapat diberikan diantaranya adalah buah-buah yang dihaluskan atau dalam bentuk sari buah, misalnya pisang ambon, pepaya, jeruk manis, tomat dan lainnya, makanan lunak dan lembek seperti bubur susu, nasi.

Mulai menambahkan makanan padat pada usia 5 sampai 6 bulan. Makanan pertama disaring, dihaluskan, atau dihancurkan. Makanan yang dipegang seperti crackers, buah kering, atau sayuran dapat diperkenalkan pada 6 sampai 7 bulan.

Makanan yang dirajang atau makanan siap saji yang dijual bebas dapat dimulai pada usia 9 sampai 12 bulan. Dengan pengecualian sereal, pengenalan makanan bervariasi; urutan yang dianjurkan adalah pengenalan mingguan terhadap makanan lain, mulai dengan buah, sayuran dan kemudian daging.

Bila kuantitas makanan padat meningkat, jumlah formula harus dibatasi sampai kira-kira 900 ml per hari.

Seksualitas pada lansia

Islamic Calendar

A. Pengertian

Pap smear merupakan suatu metode pemeriksaan sel cairan dinding leher rahim dengan menggunakan mikroskop (Mardiana, 2004).

Pap smear merupakan pemeriksaan sitolog. Tes ini diperkenalkan oleh Gri Papanicalau pada tahun 1943, untuk mengetahui adanya keganasan (kanker) melalui mikroskop (Manuaba, 1999). Pap smear merupakan alat skrining kanker serviks uteri yang dipergunakan untuk membantu perubahan sel epitel serviks uteri yang dipergunakan untuk memantau sel epitel serviks uteri mulai dari perubahan displasia ringan, displasia sedang, displasia berat dan karsinoma in situ (Tambunan, 1995).

B. Kegunaan Pap Smear

Pap smear berguna sebagai pemeriksaan penyaringan (skrening) dan pelacak adanya perubahan sel ke arah keganasan dini sehingga kelainan pra kanker dapat terdeteksi serta pengobatannya menjadi lebih mudah dan murah (Dalimarta, 2004).

C. Faktor Resiko

Faktor yang menyebabkan wanita beresiko terkena kanker servik yaitu:

(Dalimarta, 2004).

a. Infeksi Human Papiloma Virus (HpV)

Lebih dari 90% kasus kandiloma serviks, semua NIS dan kanker serviks mengandung DNA virus HpV. Dari 70 tipe HpV yang diketahui saat ini, ada 16 tipe HpV yang erat kaitannya dengan kejadian kanker serviks. Virus ini ditularkan melalui hubungan seksual. Wanita yang beresiko terkena penyakit akibat hubungan seksual juga beresiko terinfeksi virus ini sehingga mempunyai resiko terkena kanker serviks.

b. Perilaku Seksual

Berdasarkan penelitian, resiko kanker serviks uteri meningkat lebih dari 10 kali bila berhubungan dengan 6 atau lebih mitra seks, atau bila hubungan seks pertama dibawah umur 15 tahun. Resiko juga meningkat bila berhubungan seks dengan banyak laki-laki beresiko tinggi (laki-laki yang berhubungan seks dengan banyak wanita), atau laki-laki yang mengidap penyakit kandiloma okuminatun di zakarnya (penis).

c. Rokok Sigaret

Wanita perokok mempunyai resiko 2x lipat terhadap kanker serviks uteri dibandingkan dengan wanita bukan perokok. Dalam lendir serviks wanita perokok terkandung nikotin zat-zat tersebut menurunkan daya tahan dan menyebabkan kerusakan DNA epitel serviks sehingga timbul kanker serviks uteri, disamping merupakan kokarsinogen infeksi virus.

d. Trauma kronis pada serviks

Trauma ini terjadi karena persalinan yang berulang kali (anak banyak) adanya infeksi dan iritasi menahan.

e. Kontrasepsi oral dapat meningkatkan resiko

1,5 – 2,5 kali bila diminum dalam jangka panjang, yaitu lebih dari 4 tahun

f. Defesiensi Zat Besi

Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa definisi asam folat dalam meningkatkan resiko terjadinya NIS 1 dan NIS 2, serta mungkin juga meningkatkan resiko terkena kanker serviks uteri pada wanita yang rendah konsumsi vitamin (A, C dan E).

D. Pencegahan

Beberapa cara pencegahan yang dapat dilakukan sebagai berikut: (Dalimarta, 2004):

a. Wanita usia di atas 25 tahun, telah menikah dan sudah mempunyai anak perlu melakukan pemeriksaan pap smear setahun sekali.

b. Pilih kontrasepsi dengan metode barrier, seperti diafragma dan kondom, karena memberi perlindungan terhadap kanker serviks.

c. Hindari hubungan seks pada usia muda dan jangan berganti-ganti pasangan seks.

d. Dianjurkan untuk berprilaku hidup sehat, seperti menjaga kebersihan alat kelamin dan tidak merokok.

e. Perbanyak makan sayur dan buah segar.

E. Gejala Kanker Serviks Uteri

Kanker serviks uteri tidak menimbulkan adanya benjolan, namun kanker serviks uteri ini bisa dirasakan keberadaannya oleh penderita. Kemungkinan terserang kanker serviks uteri dapat dipelajari dari gejala-gejala seperti berikut :

a. Keluar cairan encer dari vagina atau biasa disebut keputihan, bahkan, pada stadium lanjut cairan berwarna kuning kemerahan dengan bau sangat menyengat.

b. Perdarahan setelah senggama yang kemudian berlanjut menjadi perdarahan yang abnormal.

c. Perdarahan antara haid atau setelah mati haid (menopause).

d. Rasa berat di perut bawah.

e. Rasa kering di vagina.

f. Sering timbul rasa gatal yang berlebihan di bagian dalam vagina, bahkan terkadang timbul koreng di bagian dalam vagina.

g. Timbul gejala kekurangan darah (anemia) bila terjadi perdarahan kronis, misalnya pucat, lesu, mudah lelah, mengantuk, berdebar dan sebagainya.

h. Timbul nyeri di tempat-tempat lain bila sudah terjadi penyebaran (metastasis).

i. Pada stadium lanjut, badan menjadi kurus karena kurang gizi, edema kaki, iritasi kandung kemih dan poros usus besar bagian bawah (rectum), terbentuk fistel rektovaginal dan gejala-gejala akibat metasfasis jauh.

F. Faktor Pemicu Timbulnya Kanker

Hingga sekarang penyebab utama kanker belum diketahui secara pasti oleh para ahli. Mereka hingga kini masih terus melakukan kajian. Namun, terjadinya kanker pada wanita dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu keturunan, umur, makanan, bahan kimia, dan pola hidup sehat. (Mardiana, 2002).

G. Deteksi Dini

Deteksi dini dilakukan dengan pemeriksaan pap smear. Pemeriksaan ini berguna sebagai pemeriksaan penyaringan (skrining) dan pelacak adanya perubahan sel ke arah keganasan secara dini (Dalimartha, 2002).

Bagi wanita berusia diatas 25 tahun yang telah menikah atau sudah melakukan sanggama, dianjurkan untuk pap smear sekali setahun secara teratur seumur hidup. Bila pemeriksaan tahunan tiga kali berturut-turut hasilnya normal, pemeriksaan selanjutnya dapat dilakukan setiap tiga tahun. Pada wanita dengan resiko tinggi, pemeriksaan harus dilakukan sekali dalam setahun atau sesuai petunjuk dokter.

H. Diagnosis

a. Anamnesis

Penderita kanker serviks uteri sering mengeluh adanya perdarahan pervaginam abnormal yang bervariasi seperti kontak bleeding, haid yang berkepanjangan, perdarahan sesudah 2 tahun post menopause, perdarahan yang mirip dengan cairan cucian daging, berbau amis, biasanya dijumpai pada stadium lanjut.

b. Pengambilan Cairan Untuk Pap Smear

Syarat utama cairan yang akan diambil adalah tidak boleh bercampur cairan lainnya yang dapat mengganggu pemeriksaan. Oleh karena itu dapat dirinci sebagai berikut (Manuaba, 1999):

1) Cairan yang akan diambil dibagian luar genetalia biarkan sebagaimana adanya, jangan dicuci sekalipun berbau.

2) Cairan liang senggama, jangan dicuci menjelang pengambilan jangan melakukan hubungan seks sedikitnya 3 hari. Terlihat disini bahwa pengambilan pap smear tidak menimbulkan rasa sakit tetapi metode ini mempunyai keuntungan yang cukup besar.

c. Saat Pengambilan Pap Smear

Sediaan sebaiknya diambil sesudah haid, karena akan menimbulkan kesulitan dalam interprestasi. Akan tetapi pada pasien yang tidak dapat menepati perjanjian atau haid yang tidak teratur sebaiknya diambil saja. Pada peradangan berat pengambilan sediaan ditunda sampai pengobatan selesai. Pasien dilarang mencuci atau memakai pengobatan melalui vagina 48 jam sebelum pengambilan sediaan. Pada menopause dapat terjadi perubahan seluler karena atrofi, diperlukan pemberian estrogen sebelumnya. (Muchlis, dkk, 2000).

REFERENSI :

Evennett, K. 2004. Pap Smear: Apa Yang perlu Anda Ketahui ?. Jakarta:Arcan.

Hidayat, A.2007. Metode Penelitian KebidananTeknik Analisis data . Jakarta: Salemba Medika.

Dalimarta, setyawan. 2002. Deteksi Dini Kanker dan Simplisia Antikanker. Jakarta : Penebar Swadaya

Julia G. 2008. Awas Momok Kaum Wanita. (http://www.ibujempol.com/awas-momok-kaum-wanita/. Diakses tanggal 25 Juni 2009)

Kasdu, D 2005. Solusi Problem Wanita Dewasa. Jakarta: Puspa Swara.

Manuaba, IBG. 2006. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC.

Mukhlis, Ramli, dkk. 2005. Deteksi Dini Kanker. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

PKTP .2002. Lokarya Penanggulangan Kanker Terpadu Paripurna. Surabaya.

S S Panigoro. dalam M Ramli. R. Umbas, 2005. Deteksi Dini Kanker. Jakarta: FKUI.

Tambunan, G. W., 1995. Diagnosis Dan Tatalaksana Sepuluh Jenis Kanker Terbanyak Di Indonesia. Jakarta: EGC.

Tapan,E. 2005. Kanker, Antioksidan dan Terapi Kompemeter. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Yatim, F. 2005. Penyakit Kandungan. Myoma, Kanker Rahim/ Leher Rahim Dan Indung Telur, Kista, Serta Gangguan Lainnya. Jakarta: Pustaka Populer Obor.

MUDAH LELAH

Pada minggu pertama kehamilan, tubuh akan memproduksi darah lebih banyak dari biasanya. Tambahan produksi darah ini diperlukan untuk membawa zat makanan dari tubuh ibu ke janin. Jantung harus bekerja lebih keras untuk mendistribusikan lebih banyak darah keseluruh tubuh. Demikian pula dengan denyut nadi yang meningkat 10-15 kali per menit di masa kehamilan. Tubuh yang belum terbiasa dengan keadaan ini akan terasa lelah.

Selain itu frekuensi pernafasan akan lebih cepat, sehingga nafas pendek seolah seperti tersengal-sengal. Hal ini terjadi karena paru-paru melakukan penyesuaian dengan perubahan tubuh secara keseluruhan. Ketika metabolisme tubuh meningkat, maka tubuh akan membutuhkan energi ekstra, sehingga banyak karbondiosida (CO2) yang terbentuk.

Cara mengatasi kelelahan :

  1. Atur waktu istirahat, jika mulai lelah pada siang hari, istirahat dan jangan memaksakan diri untuk bekerja. Bila tubuh sudah bisa menyesuaikan diri, biasanya lelah dan mengantuk akan hilang dengan sendirinya.
  2. Olah raga untuk meningkatkan energi anda. Misalnya jalan kaki selama 30 menit sehari. Tubuh akan terasa lebih bugar dan tidak mudah lelah
  3. Makan makanan bergizi yang seimbang. Hal ini penting, karena kekurangan protein dan zat besi akan membuat ibu hamil merasa kelelahan
  4. Menghindari minum kopi dan teh terlalu banyak dan memperbanyak minum susu hangat sebelum tidur. Hal ini akan membantu ibu hamil untuk bisa tidur nyenyak
  5. Bila rasa lelah itu sangat mengganggu dan tidak hilang selama berminggu-minggu sekalipun sudah beristirahat. Perlu konsultasi dengan dokter, karena kemungkinan ibu hamil tersebut mengalami anemia yang gejalanya sama yaitu mudah merasa lelah dan mengantuk

PUSING

Penyebab gangguan ini tidak diketahui dengan pasti, sebagian besar disebabkan oleh perubahan kadar hormon dan sirkulasi darah. Peningkatan berbagai macam hormon pada awal kehamilan menyebabkan ketidakseimbangan hormon dalam tubuh.

Peningkatan pada hormon progesteron akan menyebabkan otot polos menjadi rileks dan mengakibatkan pembuluh darah melebar, sehingga tekanan darah akan menurun. Tekanan darah yang tiba-tiba menurun akan menyebabkan ibu hamil merasa pusing dan hal ini bisa sangat mengganggu. Selain itu bila ibu hamil berdiri, pasokan darah ke kepala juga menjadi berkurang sehingga ibu sering merasa pusing dan apabila dibiarkan tetap berkelanjutan dapat menyebabkan ibu hamil itu pingsan.

Anemia atau berkurangnya jumlah sel darah merah, juga dapat menyebabkan pusing. Hal ini terjadi karena pasokan oksigen yang dibawa oleh sel-sel darah merah ke otak jumlahnya berkurang.

Kelelahan dan stres juga dapat memicu terjadinya pusing yang biasanya menyertai penyesuaian emosi serta fisik pada awal kehamilan. Cara mengatasi pusing :

  • Pusing yang terjadi akibat perasaan tegang dapat diatasi dengan mengompres leher bagian belakang dengan air es.
  • Latihan relaksasi :

-         Memejamkan mata

-         Menarik nafas dalam

-         Membayangkan suasana yang tenang

  • Pejamkan mata beberapa detik setiap kali pusing menyerang
  • Makan makanan dengan gizi seimbang disertai dengan istirahat dan olah raga yang cukup
  • Untuk mengurangi pusing, hati-hati ketika merubah gerakan dari satu gerakan ke gerakan lain. Misalnya ketika sedang berbaring dan hendak bangun.
  • Jaga kadar gula darah dengan mengkonsumsi makanan yang sehat. Seperti buah-buahan, roti gandum, kreakers, atau yoghurt rendah lemak.

Sumber, Majalah Ayah Bunda

KOMPOS

PROSES PEMBUATAN PUPUK ORGANIK
1. Sekam (30 gr)–> Dedak (20 gr) / Sampah Organik–> Blotong (10 gr) –> Dicampur rata–>Air (18 lt/50%)–> Ditumpuk bentuk kerucut ditutup keset (cek temperatur –> 70oC –> Bakteri (Inokulan Padat) –>Setiap hari (diaduk/ditutup) –>Temperatur –>40oC (Bakteri/Inokulan padat) –>Siap untuk membuat pupuk
2. Bakteri Inokulan Padat + sampah Organik –> Dicampur hingga rata –> Digiling
3. hasil gilingan diberi ragi tape yang telah diencerkan. Ditumpuk membentuk kerucut, ditutup keset (cek temperatur –>70oC)
4. Setiap hari lakukan monitoring tentang ; Temperatur, warna, bau dan lingkungan
5. Pada hari ke – 8 kompos diusahakan memiliki temperatur –> 40oC
6. kompos diayak–> siap dipakai–> siap dijual

SELENGKAPNYA….KLIK

SUMBER LIMBAH DOMESTIK
1. Air bekas mandi dan cuci
2. Buangan eksreta/tinja manusia
3. Rumah makan, hotel, perkantoran, toko, supermaket dll

SUMBER LIMBAH INDUSTRI
1. Sisa proses industri
2. Proses pencucian peralatan
3. Proses pendingin
4. Tumpahan bahan baku cair

Perbedaan Karakteristik Limbah domestik & Industri
• Mengandung bahan organik biodegradable tinggi
• Mengandung Nitrogen dan phosphate
• Mengandung mikroorganisme pathogen dan non pathogen

selengkapnya …………KLIK

Untuk Muka Air Tanah kurang lebih 2 m

Sumur Resapan adalah sistem resapan buatan yang berfungsi sebagai penampungan air hujan, dapat berupa sumur, parir atau alur taman resapan.
Manfaat Sumur Resapan antara lain dapat menampung dan menahan air hujan baik yang melalui atap rumah maupun yang langsung ke tanah sehingga tidak langsung keluar dari pekarangan rumah tetapi mengisi kembali air tanah dangkal sebagai sumber air bersih.

I. RUMAH BERTALANG AIR

a. Tahapan membuat Sumur

  1. Pilih lokasi berjarak 1 m dari pondasi rumah dan dekat dengan talang.
  2. Buat sumur dengan Ø 80-100 cm sedalam 1,5 m tetapi tidak melebihi muka air tanah.
  3. Dinding dibuat sekuat mungkin / menggunakan buis beton tiga buah.
  4. Air hujan dari talang dapat dimasukkan langsung ke dalam melalui paralon.
  5. Pada sumur resapan diberi pipa pembuang ke selokan / drainase jalan. Ketinggian pipa pembuangan harus lebih tinggi dari muka air tertinggi pada selokan drainase jalan tersebut.
  6. Lubang sumur diisi kerakal / koral setebal 15 cm.
  7. Bagian atas sumur ditutup dengan plat beton.
  8. Di atas plat beton penutup ini diurug tanah untuk taman atau dipasang pot-pot tanaman.

b. Jumlah Sumur Resapan

Jumlah sumur resapan (asumsi curah hujan lebat) disesuaikan dengan luas atap rumah agar air dari rumah diharapkan tidak keluar pekarangan rumah;
Luas atap rumah s/d 50 m2 sebanyak 2 sumur.
Luas atap rumah 50 – 100 m2 sebanyak 3 – 4 sumur.
Luas atap rumah 100 – 150 m2 sebanyak 5 sumur.
Luas atap rumah 150 – 300 m2 sebanyak 10 sumur.
Luas atap rumah 300 – 500 m2 sebanyak 20 sumur.

c. Waktu dan Biaya Pembuatan Sumur Resapan

Dapat disesuaikan kondisi. Waktu pembuatan tergantung jenis tanah.

II. RUMAH TIDAK BERTALANG AIR

a. Parit Resapan

1. Buat parit sepanjang curahan air hujan dari atap dengan lebar 20-30 cm dan kedalaman 10-15 cm dengan jumlah 10 lubang resapan biopori sepanjang parit. Apabila parit pendek sehingga jumlah lubang tidak terpenuhi maka dapat dihubungkan dengan sumur resapan yang mempunyai bak kontrol sebagai penyaring sedimen / kotoran.
2. Lubang resapan berpori tersebut ditutup dengan saringan sebelum ditimbun kerakal / koral

b. Lubang Resapan Biopori

  1. Buat lubang silinder di tanah dengan Ø 10-15 cm dan kedalaman sekitar 100 – 200 cm, tetapi jangan melebihi muka air tanah. Lubang tersebut dapat dibuat dengan banbu, pipa besi, atau bor tanah dengan jarak lubang 50-100 cm.
  2. Lubang diisi dengan dampah organik. Fauna tanah (cacing) akan datang dengan sendirinya dan masuk ke dalam lubang untuk mencari perlindungan dan bahan makanan. Fauna tanah tersebut akan berkembang biak menciptakan biopori (liang) yang dapat mempercepat laju peresapan air dalam lubang, serta mempercepat proses perombakan sampah organik menjadi kompos dan tidak menimbulkan bau. Setiap 5 hari sekali dilakukan penambahan sampah organik.
  3. Kompos yang terbentuk dalam lubang resapan biopori dapat diambil untuk menyuburkan tanaman.
  4. Mulut atau pangal lubang dikelilingi adukan semen selebar 2 -3 cm setebal 2 cm supaya tanah tidak jatuh ke lubang (longsor)
  5. Jumlah lubang resapan biopori ditentukan berdasarkan luas lahan, yaitu setiap 50 m2 luas lahan dibuat 10 lubang, sebagai contoh;
    - Untuk luas lahan s/d 50 m2
    sebayak 10 lubang.
    - Untuk luas lahan 50 – 100 m2
    sebayak 20 lubang.
    - Untuk luas lahan 100 – 150 m2
    sebayak 30 lubang dst.
  6. Lubang resapan berpori dapat dibuat sendiri dengan bor tanah atau dikerjakan oleh tukang bor sumur.

III. AREAL TERBUKA ATAU TAMAN

  1. Di halaman atau taman rumah dibuatkan pembatas tembok yang tingginya 5-10 cm sehingga air hujan akan terkumpul.
  2. Buatkan lubang-lubang resapan yang tersebar di taman, sebaiknya dibuat dekat tanaman sehingga tanaman tidak perlu disiram dan tidak kelebihan air pada musim hujan.
  3. Jumlah dan cara pembuatan sumur resapan seperti panduan di atas.

MEMANFAATKAN SAMPAH

MEMBUAT BRIKET DARI RANTING

Bahan-Bahan :
 Sampah Organik, sisa-sisa hasil pertanian, ranting-ranting, sekam
 Air
 Lem kanji

Peralatan :
 Drum/Lubang sampah
 Cetakan arang (bisa dari ba

SELENGKAPNYA ………….

Tulisan Sebelumnya »