ASI adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa, dan garam-garam organik yang diskresi oleh kedua kelenjar payudara ibu sebagai makanan utama bagi bayi (Soetjiningsih, 1997). ASI adalah makanan yang sempurna untuk bayi manusia, lebih mudah bagi bayi untuk mencernanya dan ASI tidak mudah menyebabkan sembelit. ASI adalah makanan yang terbaik untuk bayi tumbuh dengan sehat dan kuat
- 1. ASI Berdasarkan Stadium Laktasi
ASI berdasarkan stadium laktasi menurut Soetjiningsih (1997) adalah sebagai berikut :
- a. Kolostrum
- Merupakan cairan viscous kental dengan warna kekuning-kuningan yang pertama kali disekresi oleh kelenjar payudara, mengandung tissue debris dan residual material yang terdapat dalam alveoli dan duktus dari kelenjar payudara sebelum dan setelah masa puerperium.
- Diskresi oleh kelenjar payudara dari hari pertama sampai ketiga atau keempat
- Merupakan pencahar yang ideal untuk memberikan mekonium dari susu bayi yang baru lahir dan mempersiapkan saluran pencernaan makanan bayi bagi makanan yang akan datang.
- Lebih banyak mengandung protein di bandingkan dengan ASI yang matur, tetapi berlainan dengan ASI yang masuk pada kolostrum yang utama adalah globulin (Gammaglobulin).
- Lebih banyak mengandung antibodi dibandingkan dengan ASI yang matur, dapat memberikan perlindungan bagi bayi sampai umur 6 bulan.
- Total energi lebih rendah jika dibandingkan dengan susu matur, hanya 58 kal/100 ml kolostrom, volumenya berkisar 150-300 ml/24 jam.
- Kadar karbohidrat dan lemak rendah jika dibandingkan dengan ASI yang matur akan tetapi mineral terutama natrium, kalium dan klorida lebih tinggi jika dibandingkan dengan susu matur.
- Terdapat tripsin inhibitor, sehingga hidrolisis protein di dalam usus bayi menjadi kurang sempurna. Hal ini akan lebih banyak menambah kadar anti bodi pada bayi
- b. Air Susu Masa Peralihan
- Merupakan ASI peralihan dari kolostrum sampai menjadi ASI yang matur.
- Disekresi dari hari ke -4 sampai hari ke -10 dari masa laktasi, tetapi ada pula pendapat yang mengatakan bahwa ASI matur baru terjadi pada minggu ketiga sampai minggu ke -5.
- Kadar protein makin merendah sedangkan kadar karbohidrat dan lemak makin tinggi.
- Juga volume akan makin meningkat.
- Komposisi ASI menurut Kleiner I.S dalam Soetjiningsih (1997).
Tabel 2.3 Komposisi ASI menurut Soetjiningsih (1997)
| Waktu | Protein | Karbohidrat | Lemak |
| Hari ke-5 | 2,00 | 6,42 | 3,2 |
| Hari ke -9 | 1,73 | 6,73 | 3,7 |
| Minggu ke -34 | 1,30 | 7,11 | 4,0 |
Kadar di atas dalam satuan gram/ 100 ml ASI
- c. Air Susu Matur
- Merupakan ASI yang disekresi pada Hari ke -10 dan seterusnya, komposisi relatif konstan ada pula yang menyatakan bahwa komposisi ASI relatif konstan baru mulai minggu ke-3 sampai minggu ke-5.
- Pada Ibu yang sehat dimana produksi ASI cukup untuk bayi sampai umur 6 bulan.
- Merupakan suatu cairan berwarna putih ke kuningan yang dilakukan warna garam CA-Casienat, Riboflavin dan karoten yang terdapat di dalamnya.
- Tidak menggumpal jika dipanaskan
- Terdapat antimikrobial faktor antara lain :
- Anti bodi terhadap bakteri dan virus
- Sel (Fagosit granulosit dan makrofag dan limfosit tipe T)
- Enzim (lisozim, laktoperoksidase, lipase, katalase, Fosfatase, amilase, fosfodies terase, alkalin fosfatase).
- Protein (lektoferin, B12 Binding Protein)
- Resistance Faktor terhadap stafilokokus
- Komplemen
- 2. Komposisi ASI
Komposisi dalam ASI menurut Oetami Roesli (2000) adalah sebagai berikut:
- ASI mudah dicerna karena selain mengandung zat gizi yang sesuai, juga mengandung enzim-enzim untuk mencernakan zat-zat gizi yang terdapat dalam ASI tersebut.
- ASI mengandung zat-zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan bayi / anak.
- Selain mengandung protein yang tinggi, ASI memiliki perbandingan antara whei dan casein yang sesuai untuk bayi.
- Dalam ASI terdapat kandungan taurin, DHA dan AA :
1) Taurin adalah sejenis asam amino kedua terbanyak dalam ASI yang berfungsi sebagai neuro-transmitter dan berperan penting untuk proses maturasi sel otak.
2) Decosahexanoic Acid (DHA) dan Arachnoid Acid (AA) adalah asam lemak tak jenuh rantai panjang yang diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak yang optimal. Jumlah DHA dan AA dalam ASI sangat mencukupi untuk menjamin pertumbuhan dan kecerdasan anak.
- ASI mengandung zat anti infeksi, bersih dan bebas kontaminasi.
- Immunoglobulin A (Ig A) dalam kolostrum atau ASI kadarnya cukup tinggi. Sekretory Ig A tidak terserap tetapi dapat melumpuhkan bakteri pathogen E. Coli dan berbagai virus pada saluran pencernaan.
- Laktoferin dalam ASI merupakan sejenis protein berupa zat kekebalan yang mengikat zat besi di saluran pencernaan.
- Lysosim, enzim yang melindungi bayi dari bakteri (E. Coli dan Salmonella) dan virus. Jumlah Lysosim 300 x lebih banyak dari pada susu sapi.
- Sel darah putih pada ASI pada 2 minggu pertama lebih dari 4000 sel/mil yang berfungsi sebagai antibodi pernapasan dan antibodi jaringan payudara ibu.
- Faktor bifidus, sejenis karbohidrat yang mengandung nitrogen, menunjang pertumbuhan bakteri lactobacillus bifidus. Bakteri ini berguna untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang merugikan.
- Karbohidrat yang utama terdapat dalam ASI adalah laktosa. Dimana laktosa ini akan diubah menjadi asam laktat yang memberikan suasana asam di dalam usus bayi yang bermanfaat untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang patologis.
- Kadar lemak dalam ASI merupakan sumber kalori yang utama bagi bayi dan sumber vitamin yang larut dalam lemak (A, D, E dan K).
- ASI mengandung mineral yang lengkap. Walaupun kadarnya relatif rendah tetapi cukup untuk bayi sampai umur 6 bulan.
- ASI merupakan sumber air yang secara metabolik adalah aman. Air yang relatif tinggi dalam ASI ini akan meredakan rangsangan haus dari bayi.
- 3. Manfaat Pemberian ASI
Banyak manfaat pemberian ASI khususnya ASI eksklusif yang dapat dirasakan, baik manfaat yang diperoleh bayi, ibu maupun negara. Menurut Oetami Roesli (2000) manfaat tersebut antara lain sebagai berikut :
a. Manfaat Untuk Bayi
- ASI sebagai nutrisi. ASI merupakan sumber gizi yang sangat ideal dengan komposisi yang seimbang dan disesuaikan dengan kebutuhan pertumbuhan bayi.
- ASI meningkatkan daya tahan tubuh. Zat kekebalan yang terdapat pada ASI akan melindungi bayi dari penyakit diare. ASI juga akan menurunkan kemungkinan bayi terkena penyakit infeksi, batuk, pilek dan alergi.
- ASI eksklusif meningkatkan kecerdasan. Dengan memberikan ASI secara eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan akan menjamin tercapainya pengembangan potensi kecerdasan anak secara optimal.
- Menyusui meningkatkan jalinan kasih sayang. Bayi yang sering berada dalam dekapan ibu karena menyusu akan merasakan kasih sayang ibunya. Ia juga akan merasakan aman dan tentram karena masih dapat mendengar detak jantung ibunya yang telah ia kenal sejak dalam kandungan
b. Manfaat Untuk Ibu
1. Mengurangi perdarahan
2. Mengurangi terjadinya anemia
3. Menjarangkan kehamilan
4. Mengecilkan rahim
5. Lebih cepat langsing kembali
6. Mengurangi kemungkinan menderita kanker
7. Lebih ekonomis/murah
8. Tidak merepotkan dan hemat waktu
9. Mudah dibawa kemana-mana dan praktis
10. Memberi kepuasan bagi ibu
c. Manfaat Pemberian ASI untuk Negara
- Penghematan devisa untuk pembelian susu formula, perlengkapan menyusui serta biaya menyiapkan susu.
- Penghematan untuk biaya sakit terutama sakit muntah-mencret dan sakit saluran napas
- Penghematan obat-obatan, tenaga dan sarana kesehatan.
- Menciptakan generasi penerus bangsa yang tangguh dan berkualitas untuk membangun negara.
Tabel 2.4 Kenaikan berat badan bayi sesuai umur (Soetjiningsih, 1997).
|
Umur |
Kenaikan Berat Badan Rata-rata |
|
1-3 Bulan |
700 gr/bln |
|
4-6 Bulan |
600 gr/bln |
|
7-9 Bulan |
400 gr/bln |
|
10-12 Bulan |
300 gr/bln |
| Pada umur 5 bulan tercapai 2x berat badan waktu lahir
Pada umur 1 tahun tercapai 3x berat badan waktu lahir |
|
- 4. Manfaat ASI Eksklusif
ASI Eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja selama 6 bulan, tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, dan air putih, serta tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, bubur susu, biskuit, bubur nasi, dan nasi tim. Setelah 6 bulan baru mulai diberikan makanan pendamping ASI (MPASI). ASI dapat diberikan sampai anak berusia 2 tahun atau lebih.
ASI diberikan kepada bayi karena banyak manfaat dan kelebihannya, antara lain: menurunkan risiko terjadinya penyakit infeksi, misalnya infeksi pada saluran pencernaan (diare), infeksi pada saluran pernafasan, dan infeksi pada telinga; menurunkan dan mencegah terjadinya penyakit non infeksi, misalnya penyakit alergi, obesitas, kurang gizi, asma, dan eksim. Selain itu dapat meningkatkan IQ dan EQ anak.
Beberapa manfaat pemberian ASI Eksklusif seperti yang termuat dalam situs Medicastore adalah :
- Mengandung semua yang dibutuhkan bagi pertumbuhan balita yang sehat
- Tidak hanya mengandung zat gizi dan non zat gizi yang penting, tetapi juga mengandung enzim penyerapnya sehingga ASI dengan mudah diserap seluruhnya oleh bayi. Hal inilah yang membuat bayi ASI Ekslusif mudah lapar dan sering menyusu
- Memberikan kekebalan dan melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi terutama diare
- Bayi ASI lebih siaga, percaya diri dan stabil dibandingkan bayi tanpa ASI
- Dengan menyusui terjalinnya ikatan kasih sayang yang kuat antara bayi dan ibu, dan membuat keduannya merasa aman dan bahagia
- Hemat, praktis dan ramah lingkungan, karena mengurangi sampah dari kaleng atau dus
- Mengurangi kemungkinan terkena kanker
- Membantu Ibu untuk pemulihkan uterus, pendarahan dan efek kontraseptis.
- 5. Kendala Pemberian ASI Eksklusif
Kendala-kendala pemberian ASI Eksklusif antara lain :
- Kurang dimengertinya konsep dan pentingnya ASI Ekslusif baik bagi para ibu maupun tenaga kesehatan
- Adanya pendapat bahwa dengan pemberian ASI, bentuk payudara akan berubah
- Kurangnya waktu bagi wanita pekerja untuk memberikan ASI secara langsung
- Tidak adanya sarana dan prasarana penunjang untuk memerah ASI dan tempat penyimpanan ASI di perusahaan tempat ibu bekerja
- Adanya pelanggaran cara–cara promosi tertentu yang dapat menyesatkan para ibu untuk mempercayai bahwa susu formula dan makanan pendamping tersebut sama baiknya dengan ASI.
- 6. Penyapihan
Penyapihan adalah suatu perubahan progresif pemberian makanan pada bayi dari yang semula mendapat ASI sebagai satu-satunya sumber makanan menuju kepada suatu jenis makanan sehari-hari keluarga. Menyapih artinya menghentikan pemberian ASI pada bayi, masa ini merupakan masa yang paling kritis dalam kehidupan bayi.
Lebih lanjut menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia dan World Health Organization atau WHO(2001), penyapihan adalah dimulainya pemberian makanan tambahan disamping ASI pada kelompok umur 4 sampai 6 bulan, dimana bayi mulai dikenalkan sedikit demi sedikit dengan berbagai jenis makanan padat yang mulai dilumatkan.
Menurut Departemen Kesehatan RI dalam buku Asuhan Kesehatan Anak dalam Konteks Keluarga, terdapat 3 faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menyapih bayi, yaitu :
- Bayi berhenti menyusu berarti terputus hubungan tali kasih sayang antara ibu dan bayinya, keadaan ini sering membawa akibat buruk terhadap bayi apalagi jika dilakukan penyapihan secara mendadak.
- Selama bayi minum ASI sedikit kemungkinan untuk mendapat infeksi saluran cerna, dengan penyapihan kemungkinan infeksi terutama pada saluran cerna meningkat karena kontaminasi pada makanan bayi baik pada waktu membuatnya, menyimpan atau memberinya.
- Dari beberapa penelitian banyak sekali para ibu yang menyapih anaknya terlalu cepat yaitu pada usia kurang dari 1 tahun terutama pada ibu-ibu yang bekerja, sedangkan penyapihan terlalu awal dapat mempengaruhi pertumbuhan bayi.
Bayi akan kehilangan makanan terbaiknya, yakni ASI yang tidak dapat disamai oleh PASI ( pengganti ASI), meningkatkan resiko gejala pernapasan pada bayi, dan meningkatkan resiko obesitas atau kegemukan pada bayi.
- 7. Makanan Tambahan
Cara pemberian makanan pendamping ASI pada bayi yaitu berikan secara hati-hati sedikit demi sedikit dari bentuk encer kemudian lebih kental secara berangsur-angsur, makanan diperkenalkan satu persatu sampai bayi benar-benar dapat menerimanya, makanan yang dapat menimbulkan alergi diberikan paling terakhir dan harus dicoba sedikit demi sedikit misalnya telur, cara pemberiannya yaitu kuningnya terlebih dahulu berikut boleh diberikan pada waktu lapar.
Jenis makanan pendamping ASI yang dapat diberikan diantaranya adalah buah-buah yang dihaluskan atau dalam bentuk sari buah, misalnya pisang ambon, pepaya, jeruk manis, tomat dan lainnya, makanan lunak dan lembek seperti bubur susu, nasi.
Mulai menambahkan makanan padat pada usia 5 sampai 6 bulan. Makanan pertama disaring, dihaluskan, atau dihancurkan. Makanan yang dipegang seperti crackers, buah kering, atau sayuran dapat diperkenalkan pada 6 sampai 7 bulan.
Makanan yang dirajang atau makanan siap saji yang dijual bebas dapat dimulai pada usia 9 sampai 12 bulan. Dengan pengecualian sereal, pengenalan makanan bervariasi; urutan yang dianjurkan adalah pengenalan mingguan terhadap makanan lain, mulai dengan buah, sayuran dan kemudian daging.
Bila kuantitas makanan padat meningkat, jumlah formula harus dibatasi sampai kira-kira 900 ml per hari.
