OLEH : ERFANDI
Ketidaksadaran (gangguan tingkat kesadaran) dapat berlangsung singkat, berakhir selama beberapa detik, sampai satu jam atau lebih. Gangguan kesadaran dapat pula berlanjut, berakhir selama beberapa jam atau lebih lama. Seperti halnya pada klien sadar, perawat memberikan perawatan pada klien tidak sadar secara komprehensif. Tujuan asuhan keperawatan pada klien tidak sadar adalah untuk memenuhi seluruh kebutuhan dasar klien, dan mencegah terjadinya komplikasi akibat penurunan / ketidaksadaran.
¨ Komplikasi akibat gangguan tingkat kesadaran :
Komplikasi potensial pada klien tidak sadar, dapat berupa gangguan :
1. Fungsi pernafasan
2. Keseimbangan cairan dan elektrolit
3. Kebutuhan nutrisi
4. Eliminasi, dan
5. Integritas kulit.
¨ Peralatan yang diperlukan :
- Peralatan untuk menjaga kepatenan jalan napas (gudel, spatel lidah, pipa endotrakeal, oksigen)
- Peralatan pengisap lendir
- Peralatan infus
- Peralatan pemantauan tanda vital (sfigmomanometer, termometer)
- Peralatan untuk memasukkan cairan nutrisi (selang nasogastrik, corong, dll)
- Peralatan untuk menjaga kesehatan mulut
¨ Prosedur Tindakan :
1. mencuci tangan
2. mempertahankan jalan napas adekuat :
- memberikan posisi nyaman, menjaga lidah agar tidak menutupi jalan napas (memasang gudel bila lidah menutup jalan napas)
- mengeluarkan sekresi
- menyiapkan pemasangan selang endotrakeal
- memberikan oksigen yang telah dilembabkan
- melakukan perkusi dan vibrasi
- memberikan posisi drainase postural
- melakukan pengisapan untuk menghilangkan sekret dengan cara menjaga salah satu kateter Y terbuka ketika memasukkan kateter dan ditutup waktu mengisap
3. mempertahankan sirkulasi
4. mengkaji tingkat kesadaran :
- melakukan pemeriksaan neurologis (reaksi pupil mata, respons verbal, pergerakan, wicara)
- mengkaji tingkat kesadaran
5. mengobservasi tanda vital
6. mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit (enteral atau parenteral, mengukur masukan dan haluaran)
7. memenuhi kebutuhan nutrisi melalui selang nasogastrik (lihat : prosedur pemasangan selang nasogastrik)
8. memenuhi kebutuhan eliminasi (mencegah konstipasi, infeksi saluran kemih)
9. mencegah gangguan integritas kulit dengan :
- mengubah posisi klien secara periodik
- menjaga kulit tetap kering dan bersih
- memasase area yang tertekan
Tabel. 1. Jadwal pengubahan posisi klien tidak sadar
|
Waktu (jam) |
Posisi |
|
06.00 – 08.00 |
Terlentang |
|
08.00 – 10.00 |
Miring kanan |
|
10.00 – 12.00 |
Terlentang |
|
12.00 – 14.00 |
Miring kiri |
|
14.00 – 16.00 |
Terlentang |
|
16.00 – 18.00 |
Miring kanan |
|
18.00 – 20.00 |
Terlentang |
|
20.00 – 22.00 |
Miring kiri |
|
22.00 – 24.00 |
Terlentang |
|
00.00 – 02.00 |
Miring kanan |
|
02.00 – 04.00 |
Terlentang |
|
04.00 – 06.00 |
Miring kiri (untuk mempertahankan pola eleminasi feces rutin) |
10. mencegah kontraktur :
- melakukan rentang gerak sendi 4 kali sehari
11. memberikan perawatan mulut (lihat : prosedur perawatan mulut)
12. menjaga integritas kornea mata
- melakukan irigasi mata (lihat : prosedur irigasi mata)
- mempertahankan kelopak mata agar tetap tertutup
13. menjaga klien selama mengalami kejang
- mencegah cedera atau jatuh
- mempertahankan lingkungan tenang dan cahaya redup
- memberikan medikasi kejang yang diprogramkan
14. mengobservasi kemungkinan komplikasi
15. mengorientasikan kembali klien setelah sadar terhadap (tempat, orang, waktu serta rutinitas)
16. mendokumentasikan setiap tindakan keperawatan dan respons klien pada catatan klien
REFERENSI :
Nurachmah E. (2000) Buku saku prosedur keperawatan medikal-bedah, EGC, Jakarta.
