Kebutuhan cairan dan elektrolit adalah suatu proses dinamik karena metabolisme tubuh membutuhkan perubahan yang tetap dalam berespons terhadap stressor fisiologis dan lingkungan. Keseimbangan cairan adalah esensial bagi kesehatan. Dengan kemampuannya yang sangat besar untuk menyesuaikan diri, tubuh mempertahankan keseimbangan, biasanya dengan proses-proses faal (fisiologis) yang terintegrasi yang mengakibatkan adanya lingkungan sel yang relatif konstan tapi [...]
Arsip untuk Januari, 2009
CAIRAN DAN ELEKTROLIT TUBUH
Diposkan dalam FAAL pada 30 Januari 2009 | Leave a Comment »
LUKA DAN PERAWATANNYA
Diposkan dalam MEDIKAL BEDAH pada 30 Januari 2009 | Leave a Comment »
OLEH : ERFANDI
Luka adalah keadaan hilang/terputusnya kontinuitas jaringan. Luka juga dikatakan sebagai sebuah injuri pada jaringan yang mengganggu proses selular normal, luka dapat juga dijabarkan dengan adanya kerusakan pada kontinuitas/kesatuan jaringan tubuh yang biasanya disertai dengan kehilangan substansi jaringan.
BAGAIMANA BENTUK-BENTUK LUKA DAN PERAWATANNYA ….?
SELENGKAPNYA ……
BPH
Diposkan dalam Uncategorized pada 28 Januari 2009 | Leave a Comment »
oleh : ERFANDI
BPH adalah pembesaran progresif dan kelenjar prostat (secra umum pada pria lebih dari 50 th ) menyebabkan berbagai derajat obstruksi uretal dan pembatasan aliran urinarius.
Selengkapnya lihat BPH
MENINGITIS
Diposkan dalam PEDIATRIK pada 22 Januari 2009 | Leave a Comment »
http://www.box.net/services/ipaper_by_scribd/102/245682295/60046f/MENINGITIS?name[]=skip_popup&value[]=
KEJANG / EPILEPSI
Diposkan dalam MEDIKAL BEDAH pada 21 Januari 2009 | 1 Komentar »
PENGERTIAN
· Kejang adalah gangguan sistem SSP lokal atau sistemik sehingga kejang bukan merupakan suatu penyakit, kejang merupakan tanda paling penting akan adanya suatu penyakit lain sebagai penyebab kejang.
· Kejang adalah gerakan otot tubuh secara mendadak yang tidak disadari baik dalam bentuk kronik atau tonik dengan atau tanpa disertai hilangnya kesadaran.
· Kejang demam adalah [...]
DOWN SYNDROME
Diposkan dalam PEDIATRIK pada 21 Januari 2009 | Leave a Comment »
A. Pengertian
Kelainan bawaan sejak lahir yang terjadi pada 1 diantara 700 bayi. Mongolisma (Down’s Syndrome) ditandai oleh kelainan jiwa atau cacat mental mulai dari yang sedang sampai berat. Tetapi hampir semua anak yang menderita kelainan ini dapat belajar membaca dan merawat dirinya sendiri.
Sindrom Down adalah suatu kumpulan gejala akibat dari abnormalitas kromosom, biasanya kromosom 21, [...]
Kelainan Rongga Mulut Yang Berhubungan Dengan Leukemia Akut
Diposkan dalam PEDIATRIK pada 21 Januari 2009 | Leave a Comment »
Kelainan rongga mulut disini adalah kelainan – kelainan yang timbul pada rongga mulut penderita leukemia akut, diantaranya adalah :
Pembengkakan gusi
Pembengkakan gusi berupa pembengkakan papila dan margin gusi. Pembengkakan ini terjadi akibat infiltrasi sel leukemik di dalam lapisan retikular mukosa mulut , di buktikan dari hasil biopsi dan FNAB mukosa rongga mulut (Nugroho, 1991; Berkovitz [...]
LEUKEMIA AKUT
Diposkan dalam PEDIATRIK pada 21 Januari 2009 | Leave a Comment »
LEUKEMIA AKUT Leukemia Akut adalah suatu keganasan primer sumsum tulang yang berakibat terdesaknya komponen darah abnormal (blastosit), disertai penyebaran ke organ-organ lain. (Pedoman Diagnosis Dan Terapi Ilmu Kesehatan Anak. Fakultas Kedokteran Unair & RSUD dr Soetomo Surabaya,1994). Leukimia akut adalah suatu keganasan pada alat pembuat sel darah berupa proliferasi patologis sel hemopoitik muda [...]
KLASIFIKASI NYERI
Diposkan dalam FAAL pada 20 Januari 2009 | 1 Komentar »
KLASIFIKASI NYERI
A. Berdasarkan sumbernya
§ Cutaneus/ superfisial, yaitu nyeri yang mengenai kulit/ jaringan subkutan. Biasanya bersifat burning (seperti terbakar)
ex: terkena ujung pisau atau gunting
§ Deep somatic/ nyeri dalam, yaitu nyeri yang muncul dari ligament, pemb. Darah, tendon dan syaraf, nyeri menyebar & lbh lama daripada cutaneus
ex: sprain sendi
§ Visceral (pada organ [...]
RESPON TERHADAP NYERI
Diposkan dalam FAAL pada 20 Januari 2009 | Leave a Comment »
OLEH : ERFANDI
REAKSI
§ Reaksi terhadap nyeri merupakan respon fisioligis dan perilaku yang terjadi setelah mempersepsikan nyeri.
§ Nyeri dengan intensitas ringan hingga sedang dan nyeri yang superfisial menimbulkan reaksi ”flight atau fight”, yang merupakan sindrom adaptasi umum
§ Stimulasi pada cabang simpatis pada saraf otonom menghasilkan respon fisiologis, apabila nyeri berlangsung terus menerus, maka sistem parasimpatis akan [...]
